google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html

Jenis - jenis Alat Ukur Yang Digunakan di Bidang Otomotif Beserta Fungsinya

Selain harus mengenali banyaknya komponen - komponen yang ada di mesin, baik yang bergerak ataupun yang diam, maka kita juga harus mengetahui jenis - jenis alat ukur yang digunakan di bidang otomotif beserta fungsinya.

Tujuannya adalah dengan mengetahui jenis alat ukur, maka kita tahu proses penggunaanya. Dimana hal itu sangat berkaitan erat dengan proses perbaikan dan mencari permasalahan ( trouble ) pada setiap kendaraan. Semakin banyak alat ukur yang kita kenal, maka mudahlah kita dalam penanganan kerusakan pada setiap mobil.

Berikut kami paparkan jenis - jenis alat ukur yang sering digunakan di bidang otomotif beserta fungsinya :

1. Hidrometer

cara penggunaan hidrometer dan fungsinya
Cara penggunaan hidrometer
Hidrometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur jenis elektrolit baterai. Berat jenis elektrolit berubah menurut tingkat isi baterai. berat jenis ideal baterai adalah 1,26 - 1,28.  Bila berat jenisnya kurang dari 1,23 maka harus dilakukan pengisian ulang ( charge).Berat jenis baterai juga dipengaruhi oleh suhu, sehingga rumus yang digunakan untuk menentukan hubungan ini adalah :

S20 = St = 0,007 ( t - 20 )

Dimana :
S20  = Berat jenis koreksi
St     = Berat jenis terukur

t       = Suhu Saat pengukuran

2. Compression Tester
compression tester
compression tester

Compression tester digunakan untuk mengukur tekanan kompresi pada ruang bakar. Karena tekanan kompresi pada mesin diesel lebih tinggi, maka harus digunakan gauge dengan tekanan yang lebih tinggi juga, Pemasangan alat ini pada lubang busi pada jenis mesin bensin dan pada lubang injektor atau glow plug pada jenis mesin diesel.

3. Nozle Tester
Nozle tester
Nozle tester

Nozle tester digunakan untuk memeriks tekanan pembukaan injektor mesin diesel dan kondisi injektor ( kebocoran setelah injeksi ) yang ditandai dengan tetesan bahan bakar saat injeksi telah selesai.

4. Radiator Cup tester
radiator cup tester
radiator cup tester

Radiator Cup tester ini digunakan untuk memeriksa kondisi radiator ( sistem ) pendingin dari kebocoran dan tutup radiator yang tidak bekerja dengan baik.

5. Static Timing 
Static timing
Static timing

Static timing gauge berfungsi untuk memeriksa timing injeksi pada mesin diesel yang menggunkan jenis pompa injeksi tipe distributor / VE ( langkah plunger )

6. Vacum Gauge
vacum gauge
Vacum gauge

Vacum gauge berfungsi untuk menghasilkan vakum untuk memeriksa komponen yang berhubungan dengan kevakuman udara.

7. Tyre pressure gauge
tyre pressure gauge
tyre pressure gauge

Tyre pressure gauge berfungsi untuk mengukur tekanan angin ( udara ) ban.

8. Turning Radius Gauge 
turbing radius gauge
Turning radius gauge

Turning radius gauge berfungsi untuk mengukur sudut belok roda.

9. Camber Caster gauge
camber caster gauge
camber caster gauge

Camber caster gauge berfungsi untuk mengukur sudut camber, caster dan king pin inclination.

10. Toe Gauge
toe gauge
Toe Guage

Toe gauge berfungsi untuk mengukur besarnya toe in dan toe out dalam besaran mm ( milimeter )

11. Side Slip Tester 
side slip tester
Side slip tester

Side slip tester berfungsi untuk mengukur jumlah side slip ( penyimpangan roda saat kendaraan berjalan ) per meter. Suara buzzer atau lampu peringatan akan menyala bila side slip melebihi standar yang ditentukan

12. Speedometer Tester

Speedomter tester berfungsi untuk memeriksa kesalahan speedometer pada kendaraan. Roda penggerak kendaraan digerakkan oleh roller - roller, apabila terjadi perbedaan antara speedometer pada mobil dengan speedometer tester, maka speedometer mobil harus diganti. 

13. Power Steering tester
power steering gauge
power steering gauge

Power Steering Tester berfungsi untuk mengukur kandungan emisi (sulfur) yang ada pada gas buang mesin diesel. Smoke tester ini menunjukan tingkat pencemaran dalam % ( persen ).


Cara Penggunaan Califer Gauge

cara penggunaan califer gauge
Califer Gauge

Califer gauge adalah alat ukur yang menggunakan dial gauge. Cara penggunaan califer gauge sangat mirip dengan cara penggunaan cylinder Bourgauge. Ada dua tipe califer gauge yaitu :
a. Inside Califer
   Berfungsi untuk mengukur diameter luar
b. Outside Califer
   Berfungsi untuk mengukur diameter dalam

Namun yang paling umum digunakan untuk mengukur komponen otomotif yaitu Inside Califer gauge.

Adapun beberapa langkah yang harus dilakukan saat pengukuran komponen menggunakan califer gauge adalah :

cara penggunaan califer gauge
Cara Seting Califer Gauge

1. Ukurlah diameter dalam dengan vernier califer ( jangka sorong ). Katakanlah hasil pengukurannya adalah 8,40 mm. Selanjutnya set mikrometer ke angka yang mendekati hasil ukur dari vernier califer dan kelipatan 0,5 mm . Maka hasil setingnya yaitu 8,50 mm.

2. Tempatkan kaki-kaki califer diantara anvil dan spindle micrometer. Gerakkan califer sampai mendapat angka yang terkecil. Kemudian putar califer gauge dengan meletakkan angka 0 (nol) lurus dengan jarum.

3. Himpitkan lugs agar dapat dengan mudah masuk ke lubang, untuk menahannya tekan tombol

3.Tekan tombol califer gauge dan masukkan lug pada diameter dalam benda yang akan diukur dan bebaskan tombol.  Gerakkan califer sampai didapat pembacaan terkecil. Jika hasil pembacaan menunjukkan 0.08 mm, berarti hasil pengukuran diameter dalamnya adalah 8, 42 mm. ( 8,50 mm - 0,08 mm )

Cara Benar Menggunakan Dial Gauge Sesuai Dengan Standart Operasional Prosedur (SOP)

cara menggunakan dial gauge
Dial Gauge
Dial gauge atau Dial Indicator merupakan alat pengukuran yang mempunyai ketelitian 0,01 mm. Oleh karenya, dengan ketelitian yang sangat kecil maka kita harus mempergunakan alat ini sesuai dengan aturan yang ada dalam pemakaiannya. Tujuannya adalah agar hasil pengukuran yang kita lakukan mendapatkan hasil yang maksimal ( tidak meleset ).

Selain paham dalam penggunaanya, maka basic pertama yang harus kita kuasai yaitu cara pembacaan  alat ini. Untuk lebih mengerti cara pembacaan alat ini anda bisa membaca Cara Mudah Membaca hasil Pembacaan Dial Gauge.

1. Metode Pengukuran 
Metode yang benar dalam menggunakan alat ini yaitu posisi spindle harus tegak lurus terhadap benda yang akan diukur. Tidak boleh miring sedikitpun, karena dapat mempengaruhi hasil pengukuran.

posisi pegukuran dial gauge dilihat dari depan
Posisi pegukuran dial gauge dilihat dari depan


Posisi pengukuran dial gauge yang benar
Posisi pengukuran dial gauge dilihat dari samping


2. Cara Pengukuran Kebalingan ( Run Out ) Pada Poros

pengukuran kebalingan poros menggunakan dial gauge
Pengukuran kebalingan poros menggunakan dial gauge
Adapun cara pengukuran kebalingan pada poros menggunakan dial gauge yaitu :
a. Bersihkan benda yang akan diukur, pastikan tidak ada karat ataupun kotoran yang menempel
b. Letakkan V - Block pada tempat yang rata
c. Letakkan Poros pada V - Block dengan baik dan benar ( bila perlu coba diputar-putar                            menggunakan tangan )
d. Sentuhkan spindel dial gauge pada permukaan poros ( dengan cara ditekan sampai jarum bergerak     1 atau 2 x putaran penuh )
e. Setting angka nol ( putar angka nol ke arah jarum berhenti )
f. Putar pelan - pelan dial gauge mengguanakan tangan dan baca hasil pengukurannya.

3. Rumus Pembacaan Kebalingan 
Setelah kita tahu dengan baik cara pengukurannya, maka kita juga harus mengetahui rumus pembacaan kebalingan pada dial gauge. Adapun rumus kebalingan yaitu :

Positif  + Negatif 
            2

Ket :
Positif   : arah gerak jarum setelah angka Nol ( bergerak ke kanan )
Negatif : arah gerak jarum sebelum angka Nol ( bergerak ke kiri )

Contoh :

- Jarum bergerak ke kanan  ( + )  maksimal sampai angka  10  nilainya ( 0, 10 mm )
- Jarum bergerak ke kiri ( - ) maksimal sampai angka 90 nilainya ( 0,10 mm ), bukan 0, 90 mm               karena   dihitung dari angka 0 ( nol ) ke kiri

Hasilnya :   0, 10 mm  +  0, 10 mm = 0, 10 mm
                                      2

Cara Mudah Membaca Hasil Pengukuran Dial Gauge

Dial gauge Indicator
Dial gauge atau yang lebih sering disebut Dial Tester Indikator adalah sebuah alat pengukuran yang mirip menyeruai kompas.  Dial Gauge mempunyai ketelitian 0,01 mm yang biasanya dipasang pada Dial Tester Indikator ( DTI ) untuk mengukur :

a. Kebengkokkan poros
b. Run Out ( Kebalingan )
c. Backlas ( jarak sentuh pada roda gigi )

Selain dipasang pada Dial Tester Indikator ( DTI ), Dial Gauge juga dipasangkan pada Cylinder Bourgage yang berfungsi untuk mengukur diamter lubang silinder yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari :

a. Keausan
b. Keovalan
c. Ketirusan

Adapun cara pembacaannya sangat begitu gampang jika dibandingkan dengan alat - alat ukur yang lainnya. Adapun yang harus kamu ketahui yaitu :

1. 1 X putaran penuh pada jarum besar bernilai 100 strip  (1 strip nilainy 0,01 mm )
2.  1 Strip jarum kecil bernilai 1 mm

Atau 1 x putaran penuh jarum besar = 1 strip jarum kecil ( 1 mm )

Contoh pembacaan pada gambar dibawah ini :

Add caption
- Jarum besar di strip ke 6 = 0,01 x 6 = 0,06 mm
- Jarum kecil di strip ke 3 = 1     x   3 = 3 mm

Jadi hasil pembacaannya yaitu = 0,06 + 3 mm = 3, 06 mm 



Teknik Penilaian Soal - soal Dalam Perlombaan LKS Otomotif

soal - soal LKS otomotif
Cover soal LKS Nasional Bid. Otomotif


Menjadi seorang pemenang dalam perlombaan merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi para pesertanya. Oleh karena itu, untuk menjadi pemenang dalam perlombaan, maka harus ada beberapa hal yang kita persiapkan.

Terkhusus bagi adik-adik  jurusan Teknik Kendaraan Ringan ( TKR ) yang ingin mengikuti Lomba Keterampilan Siswa ( LKS ) dan ingin menjadi pemenang hingga di tingkat Nasional  dan Internasional,  maka ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan. Selain Skill yang mumpuni dalam penguasaan bidang lomba ( Task ), kamu juga harus tahu teknik penilaian yang diberikan juri ( expert ) kepada peserta lombanya. Fungsinya agar kamu lebih faham sistem penilaian nya untuk mendapatkan nilai yang maksimal.

Lembar penilaian ini mengacu pada lembar penilaian Perlombaan - perlombaan di tingkat Asean maupun Dunia ( World Skill ). Dan pastinya semua item yang digunakan menggunakan bahasa inggris.

Biasanya bobot paling nilai paling tertinggi dalam setiap item ( Task ) yaitu 1000 ( seribu ) poin yang dibagi menjadi beberapa komponen penilaian, seperti :

a. Persiapan
b. Cara kerja ( memasang dan membongkar )
c. pengukuran komponen
d. Kerapian setelah bekerja

Seperti yang telihat pada gambar dibawah ini,

komponen penilaian LKS Otomotif
Komponen penilaian LKS Otomotif


1. Lembar kerja peserta

Lembar kerja peserta atau MTP ( Materi Test Project ) merupakan lembar kerja yang nantinya diberikan oleh juri kepada peserta. Lembar ini berisi hasil pekerjaan dari peserta yang harus diisikan dengan baik dan benar.

lembar kerja peserta LKS Otomotif
Lembar kerja Peserta
Seperti yang terlihat pada gambar  lembar kerja diatas bahwa kamu harus mengisi kolom-kolom yang masih kosong sesuai dengan hasil pemeriksaan yang kamu lakukan pada Task Power Steering. Dimana pada kolom tersebut tertulis Manufacturers Spesification ( Spesifikasi ukuran dari pabrik yang bisa kamu lihat dari buku petunjuk yang digunakan,), Actual ( Hasil Pengukuran Saat Ini )   dan Comment ( Komentar kamu tentang kondisi komponen yang diperiksa, apakah masih layak digunakan atau sudah rusak ).


2. Lembar penilaian Juri

Selain lembar kerja peserta, juri mempunyai lembar penilaian tersendiri yang tidak diketahui oleh peserta. Pada lembar ini, juri hanya menilai pekerjaan yang dilakukan oleh peserta lomba. Sebagai contoh pada gambar diatas dibawah, apabila komponen penilaian tersebut dilakukan oleh peserta maka nilainya 10, sebaliknya jika tidak dikerjakan maka nilainya 0. Tidak ada grade nilai pertimbangan, yang ada hanya jika  dikerjakan mendapat nilai dan tidak dikerjakan tidak mendapat nilai.
lembar penilaian juri LKS Otomotif
Lembar penilain Juri
Demikian informasi mengenai soal-soal LKS Otomotif, semoga sukses dan tetap semangat untuk menjadi seorang juara.

Mengenal Komponen-komponen Mesin Yang Bergerak Dan Beserta Fungsinya

komponen-komponen mesin yang bergerak

Setelah sebelumnya kita telah mengetahui komponen-komponen mesin yang tidak bergerak beserta fungsinya, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai komponen-komponen mesin yang bergerak beserta fungsinya.

Komponen-komponen yang bergerak pada mesin memiliki resiko kerusakan lebih tinggi, karena memiliki beban kerja yang yang lebih besar. Oleh karena itu, komponen-komponen ini sangat berpengaruh terhadap performa mesin.

1. PISTON


Cara kerja piston dan fungsi piston
Piston

Fungsi piston atau Torak yaitu menerima tekanan gas dari hasil pembakaran yang kemudian diteruskan diteruskan ke crankshaft memalui batang piston ( conecting rood ) Piston termasuk salah satu komponen yang bekerja dengan ritme yang sangat lelah. Oleh karena itu, komponen ini sangat berpengaruh terhadap tenaga mesin yang disemburkan.

2. KATUP
cara kerja dan fungsi katup atau klep pada mesin
Katup

Katup pada mesin memiliki jumlah yang berbeda-beda, namun jenis katup semuanya sama yaitu katup masuk dan katup buang. Katup masuk berada pada saluran masuk campuran udara dan bahan bakar, dimana katup ini terbuka pada langkah hisap. Sedangkan katup buang terbuka pada langkah buang untuk membuang sisa-sisa pembakaran pada ruang bakar. Fungsi katup atau klep yaitu membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang pada ruang bakar.

3. ROCKER ARM


fungsi dan cara kerja rocker arm
Rocker Arm

Rocker arm atau yang lebih familier disebut dengan kuku macan berfungsi mendorong katup agar terbuka. Sedangkan bekerjanya rocker arm akibat dorongan dari tonjolan pada poros bubungan ( Chamshaft). Pada mobil mobil jaman dulu, roker arm dapat distel celahnya dengan menggunakan feelr gauge untuk mendapatkan hasil pembakaran yang maksimal. Namun pada kendaraan zaman sekarang, rocker arm telah dibekali dengan teknologi pendorong hidrolik yang dapat mengatur celah katup secara otomatis.

4. CRANKSHAFT ( Poros Engkol )


cara kerja dan fungsi poros engkol
Poros engkol

Crankshaft atau poros engkol berfungsi merubah gerak naik turun piston mejadi gerak putar yang disalurkan ke flywheel untuk memutarkan poros input transmisi dan disalurkan ke setiap roda sebagai tenaga penggerak kendaraan. Crankshaft terdiri dari beberapa komponen yang harus kita ketahui bersama, diantaranya yaitu :
a. Crank Pin
b. Crank Arm
c. Balance Weight
d. Crank Jurnal


5. CAMSHAFT ( Poros Bubungan )


cara kerja poros bubungan atau camshaft
Poros Camshaft

Berbeda dengan Crankshaft, camshat merupakan poros yang bentuknya sedikit lebih kecil dibanding poros engkol. karena bentuknya yang kecil, poros bubungan ini berfungsi sebagai pembuka dan penutup katup. Cara kerjanya yaitu dengan mendorong ujung pangkal katup dengan tontolan yang ada pada porosnya. Jumlah chamshaft pada setiap mesin jumlahnya berbeda, ada yang 1 buah dan 2 buah, hal ini tergantung dari jenis penggerak katup yang digunakan.  Untuk lebih jelas mengetahui jenis-jenis penggerak katup anda bisa membaca Jenis-jenis Mekanisme Katup.

Mengenal Komponen-kompoenen Mesin Yang Tidak Bergerak Beserta Fungsinya

komponen-komponen mesin
Penampang Mesin
Mesin merupakan komponen utama penghasil tenaga pada mobil yang sangat begitu penting fungsinya. Bagus atau tidaknya sebuah kendaraan bisa dilihat dari kondisi mesin yang ditanamkan pada kendaraan tersebut. Sebagai penghasil tenaga, mesin terdiri dari ratusan komponen yang menempel padanya.

Adapun komponen-komponen yang ada pada mesin dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :

1. Komponen mesin yang tidak bergerak
2. Komponen mesin yang bergerak.

Komponen mesin yang tidak bergerak yaitu komponen mesin yang memang hanya diam saja ketika mesin tersebut bekerja. Oleh karena itu, komponen-komponen ini jarang ada kerusakan dibanding komponen-komponen yang bergerak.

Sedangkan komponen-komponen yang bergerak yaitu komponen mesin yang bergerak ketika mesin bekerja dan tidak akan bergerak pada saat mesin mati. Oleh karenanya, komponen-komponen ini lebih bekerja keras dibanding komponen yang tidak bergerak.

Pada kesempatan kali ini, kita coba akan mengenali komponen-komponen yang tidak bergerak pada mesin beserta fungsinya.

1. Blok Silinder ( Cylinder Block )


silinder blok mesin
Silinder blok mesin
Berfungsi sebagai tempat piston berkerja naik turun pada lubang silinder untuk menghasilkan tenaga.. Agar konstruksi silinder kuat dan tahan terhadap benturan, maka konstruksinya dilengkapi dengan tulang ( rib ). Pada silinder blok juga terdapat water jacket sebagai tempat saluran air pendingin.

2. Kepala Silinder ( Head Cylinder )


silinder head
Silinder Head
Silinder Head adalah komponen yang menopang kerjanya komponen katup. Pada silinder head terdapat beberapa komponen diantaranya yaitu saluran masuk, saluran buang, water jacket dan lubang busi.

3. Panci Oli ( Oil Pan )
Panci Oli
panci Oli
Panci oli atau oil pan berfungsi sebagai wadah oli yang terletak pada bagian paling bawah mesin. Pada panci oli terdapat baut pembuangan oli yang berfungsi sebagai keran pembuangan oli. Selain itu, panci oli pada bagian dalam dipasang sparator yang berfungsi

4. Tutup kepala silinder ( Cylinder Head  Cover )

tutup kepala silinder
Tutup kepala silinder
Tutup kepala silinder berfungsi sebagai penutup pada bagian atas mesin. Komponen ini sangat mudah untuk dilepas dan dipasang kembali. Pada tutup kepala silinder terdapat lubang pengisi oli yang terbuat dari material plastik dan mudah untuk dibuka hanya dengan menggunakan tangan. 

5. Saluran Masuk ( Intake Manifold )
saluran masuk
Saluran masuk
Saluran masuk berfungsi sebagai jalur masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Saluran masuk terhubung dengan karburator pada mesin konvensional dan terhubung dengan intake chamber pada mesin EFI. Ada sebagian desain intake manifold didalamnya terdapat saluran air pendingin. Dengan adanya desain ini, maka saluran udara dan bahan bakar menjadi dingin dan sangat bermanfaat bagi kepadatan campuran yang masuk. 

6. Saluran Buang ( Exhaust Manifold )
saluran buang
Saluran buang
Saluran buang pada mesin berfungsi sebagai saluran pembuangan sisa-sisa pembakaran yang berasal dari ruang bakar. Saluran ini sangat panas, karena berkaitan dengan suhu panas yang tinggi. Oleh karena itu, biasanya saluran exhaust dilapisi oleh plat khusus yang berfungsi melindungi komponen ini agar tidak membahayakan bagi para teknisi. Saluran buang terhubung langsung ke knalpo    (Mufler ).