google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html

Sifat Utama Bahan Bakar Diesel


1. Sifat utama bahan bakar Diesel
Bahan bakar diesel juga disebut light oil atau solar, adalah suatu campuran yang telah didistilasi setelah bensin dan minyak tanah  dari minyak mentah pada temperatur 200 derajat celcius sampai 340 dearajat celcius. Solar mempunyai sifat utama sebagai berikut :
- Bewarna sedikit kekuning-kuningan dan berbau
- Encer dan tidak menguap pada temperatur normal
- mempunyai titik nyala tinggi ( 40 - 100 derajat Celcius)
- Terbakar sendiri pada temperatur 350 derajat celcius (bensin pada temperatur 500 derajat celcius)
- Mempunyai berat jenis 0,82 - 0,86
- Menimbulkan panas yang besar (10.500 kcl/kg)
- Mempunyai kandungan sulfur yang lebih besar

2. Syarat-syarat bahan bakar diesel
Kualitas berikut ini perlukan oleh diesel  umtuk memberikan kerja mesin yang maksimal :
- Mudah terbakar
- Mempunyai daya pelumasan
- Tetap encer pada suhu dingin (tidak membeku)
- Kekentalan yang sesuai
- Kandungan sulfur sekecil mungkin
- Stabil (tidak berubah dalam kwalitas)

3. Nilai Cetane (Cetane Number)
Nilai cetane atau tingkatan dari bahan bakar solar adalah satu cara untuk mengontrol bahan bakar solar dalam kemampuan untuk mencegah terjadinya knocking. Solar dengan nikai cetane tinggi akan tahan terhadap knocking dibanding dengan nilai oktan rendah. Nilai cetane adalah perbandingan antara normal cetane dengan alfa methyl-naptalene


Sifat Utama Dari Bensin


1. Sifat utama dari bensin
Bensin adalah bahan bakar yang digunakan pada mesin dengan sistem pengapian busi. Adapun sifat-sifat bensin yang harus anda ketahui yaitu :
- Mudah menguap pada temperatur normal
- Tidak bewarna, tembus pandang dan berbau
- Mempunyai titik nyala rendah (- 10 derajat celcius sampai - 15 derajat celcius )
- Mempunyai berat jenis yang rendah (0,6 - 0,78)
- Dapat melarutkan oli dan karet
- Menghasilkan jumlah panas yang besar (9.500 - 10.500 kcal/kg)
- Sedikit meninggalkan carbon setelah dibakar

2. Syarat-syarat bensin
Kualitas berikut ini diperlukan oleh bensin untuk memberikan kerja mesin yang maksimal diantaranya yaitu :
- Mudah terbakar
- Mudah menguap
- Tidak beroksidasi dan sifat pembersih

3. Nilai Oktan
Nilai oktan (octan number) atau tingkatan dari bahan bakar adalah mengukur bahan bakar bensin terhadap anti knock characteristic. Bensin dengan nilai oktan tinggi akan tahan terhadap knocking dibanding dengan nilai oktan rendah.
Ada dua cara yang digunakan untuk mengukur nilai oktan : research method dan motor method.
Yang paling umum digunakan adalah research method, dan spesifikasi nilai oktannya dengan metoda ini ditetapkan dengan istilah "RON" (Research Octane Number). Nilai oktan adalah perbandingan antara Iso octane dengan normal heptane.


Jenis-Jenis Mekanisme Katup

Mesin 4 langkah mempunyai satu atau dua katup masuk dan katup buang pada setiap ruang bakarnya. Campuran udara bahan bakar (udara murni) masuk ek silinder melalui katup masuk, dan gas bekas keluar melalui katup buang.
Mekanisme yang membuka dan menutup katup-katup ini disebut mekanisme katup. Berikut ini tipe-tipe mekanisme katup : 

1. Tipe Over Head Valve 
Mekanisme katup ini sederhana dan high reliabity. Penempatan camshaftnya pada blok silinder dibantu oleh :
a. Valve lifter
b. Push rod
c. Rocker arm

2. Tipe Over Head Camshaft

Camshaft ditempatkan pada kepala silinder, dan camshaft langsung menggerakan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. 
Kerugian : 
- Lebih rumit dibanding dengan OHV
Keuntungannya :
- Berat bagian yang bergerak menjadi berkurang 
- Kemampuan pada kecepatan tinggi cukup baik, karena katup-katup membuka dan menutup lebih stabil

3. Tipe Double Over Head Camshaft

Pada kepala silinder terdapat dua camshaft, yang satu untuk menggerakkan katup masuk, dan yang lainnya menggerakan katup buang. Camshaft membuka dan menutup secara langsung dan tidak memerlukan rocker arm.

Adapun keuntungan DOHC :
- Berat bagian yang bergerak menjadi berkurang
- Kemampuan pada kecepatan tinggi cukuo baik, karena katup-katup membuka dan menutup lebih presisi

Adapun kerugian DOHC :
- Konstruksinya sangat rumit
- Harganya Mahal atau biaya produksi mahal


Jenis-Jenis Susunan Silinder

Ada beberapa jenis susunan silinder yang digunakan pada kendaraan bermotor. Bisanya tipe jenis silinder ini disesuaikan dengan jenis kendaraan yang digunakan. Apakah untuk menghasilkan tenaga yang besar atau hanya sekedar untuk menyemburkan kecepatan yang kencang.
Ada 4 jenis susunan silinder yang harus anda ketahui, yaitu :

1. Tipe In-Line

Silinder-silinder disusun dalam satu baris, tipe ini banyak digunakan karena konstruksinya yang sangat sederhana.

2. Tipe V 


Blok silinder berbentuk V type, type ini memungkinkan tinggi dan panjang mesin berkurang.

3. Tipe Horisontal berlawanan ( Boxer)


Silinder-silinder disusun secara horizontal dan berlawanan satu dengan yang lain

4. Tipe Radial

Silinder-silinder disusun secara melingkar mengelilingi poros engkol. tipe ini dulunya digunakan pada pesawat terbang.

Kemampuan Kendaraan

1. Kecepatan Maksimum


Kecepatan Maksimum adalah kecepatan terbesar yang dapat dicapai oleh suatu kendaran diukur dalam kondisi GVW ( Gross Vehicle Weight ) dijalan datar beraspal tanpa angin. Satuannya yaitu Km/jam atau Mph (Mile per hour)\

2. Pemakaian Bahan Bakar ( Fuel Consumption)


Fuel Consumption adalah suatu ukuran berapa banyak bahan bakar yang digunakan suatu mesin atau kendaraan pada suatu jarak tertentu. Satuannya adalah Km/l ( Kilometer per liter) atau Mpg (Miles per gallons).
Fuel consumption ini juga menunjukan seberapa jauh efisiensi mesin atau kendaraan dilihat dari pemakaian bahan bakarnya. Nilai - nilai yang diperoleh dapat berbeda-berbeda tergantung pada kondisi - kondisi perjalanan saat dilakukan pengukuran sebagai contoh : cuaca, kondisi mesin, beban, kondisi jalan dll

3. Kemampuan Daya Tanjak Maksimum


Kemampuan daya tanjak maksimum adalah kemampuan maksimum kendaraan untuk mendaki dengan beban sesuai dengan GVW (Gross Vehicle Weight ). Adapun sebagai rumusnya sebagai berikut :

4. Minimum Turning Radius


Minimum Turning Radius adalah radius terkceil kendaraan dapat membelok perlahan-lahan pada tempat yang datar dan rata dengan posisi kemudi membelok penuh. Minimum turning radius dibagi menjadi :
a. Minimum Turning Radius Ban
b. Minimum Turning Radius Body

Mengenal Dimensi Kendaraan


Ketika kita membeli sebuah kendara baru atau sekedar membaca brosur kendaraan yang baru , maka data yang disajikan banyak menggunakan bahasa-bahasa yang kurang kita ketahui. Pabrikan sengaja menggunakan bahasa spesifikasi mobil agar tidak salah tafsir kepada konsumen.

Baiklah berikut ini dimesi pada mobil yang harus anda ketahui sesuai dengan nomer yang tertera,

1. Overall Width : Lebar total kendaraan yang diukur dari luar bodi
2. Interior Width : Lebar total bagian dalam cabin
3. Overall Height : Total tinggi kendaraan yang diukur dari atas tanah
4. Thread : Jarak pijak roda kanan dan roda kiri yang diukur dari bagian tengah ban
5. Interior Lenght : Panjang total bagian interior yang di ukur dari jarak depan ke   belakang
6. AOA (Angle Of Approach) : Sudut antara lantai dengan garis tengah dari roda depan ke titik pertama singgungan
7. MGC ( Minimum Ground Clearence) : Jarak terendah yang diukur dari lantai dengan kendaraan     dalam kondisi berat kotor kendaraan
8. Interior Height : Tinggi total ruang cabin
9. FO (Front overhang ) : Jarak dari roda depan sampai bagian ujung terdepan kendaraan termasuk bumper
10. WB (Whell Base) : Jarak antara garis tengah axle depan dengan axle belakang
11. OL (Overal Length): Panjang keseluruhan kendaraan termasuk bamper
12. RO (Rear overhang) : Jarak dari sumbu roda depan sampai bagian ujung terdepan kendaraan termasuk bamper
13. AOD (Angle Of Departure)  : Sudut antara lantai dengan garis tengah dari roda belakang ke titik    persinggungan
Tambahan :
a. CW ( Curb Weigth ) : Berat kosong kendaraan tanpa beban atau pengemudi tetapi termasuk sejumlah maksimum bahan bakar dan perlengkapan standar termasuk ban serep dan alat-alat

b. GVW ( Gross Vehicle Weigth ) : Berat total kendaraan maksimum yang diizinkan  bersarkan pertimbangan hukum dan kekuatan bahan.

Semoga bermanfaat

Alasan Mengapa Motor GP Tidak Memiliki Motor Stater


Anda penggemar motor GP atau mungkin sering melihat balapan roda dua tercepat didunia ini ? kalau kita perhatikan bersama-sama ketika Motor GP akan dihidupkan, maka biasanya si pengendara (pembalap) tidak memencet tombol stater ataupun juga menggunakan kick stater. Ada sebuah alat kecil yang nantinya ditempelkan pada roda belakang sebagai pemutar roda.

Lain lagi apabila saat terjadi kecelakan ditengah lintasan, motor yang mati akan segara dibantu oleh orang lain dengan cara didorong untuk menghidupkan mesinnya. Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua mengapa motor GP tidak menggunakan Motor Stater ?

Jawaban yang pertama yaitu untuk mencegah terjadinya kecurangan. Mengapa demikian ? Apabila motor GP menggunakan Motor Stater, maka secara otomatis motor tersebut mempunyai 2 sumber tenaga. Yang pertama tenaga dari motor bakar sedangkan yang kedua dari motor stater.

Alat stater motor GP

Timbul sebuah pertanyaan, Motor stater kan tenaga kecil ? itu yang sering kita lihat dan yang kita miliki. Untuk merubah/membuat  tenaga motor stater dengan tenaga besar dan putaran kencang sangat mudah bagi para ahli Motor GP.

Bayangkan jika seadainya motor GP mempunyai motor stater, bisa saja motor GP yang melaju sangat cepat di perlintasan tidak menggunakan tenaga motor bakar tetapi menggunakan kecepatan motor stater. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan peraturan dalam dunia balap.

Sedangkan jawaban kedua yaitu, motor GP rata-rata menggunakan silinder V4 / 4 silinder berbentuk V. Bayangkan, dengan bentuk mesin seperti itu tentunya mempunyai kepadatan kompresi yang sangat luar biasa. Jika harus menggunakan kick stater, maka bisa dipastikan seseorang akan keringatan karena harus mengeluarkan tenaga yang besar.

Analisa Mesin Mobil Toyota Fortuner

 Kali ini saya mencoba untuk sedikit menganalisis tenaga mobil fortuner milik toyota, lha emangnya ada gitu foruner milik merek mobil lain.?? analisis ini sebenarnya tidak ada maksud apa-apa, hanya sekedar mengisi waktu luang sambil minum kopi. Terlepas benar atau salahnya analisis saya tergantung sobat yang menilai, dan harapnnya saya jika ada yang tidak sepakat bisa memberikan data pembandingnya agar sama-sama kita belajar.

Sample data saya dapatkan di buku kataloq yang ada di shorum-shorum. gk sengaja kemarin dapat di meja orang. Baiklah sekarang coba kita pelajari bersama-sama ya,

Brosur katalognya



1. Tipe Mesin dari data diatas
4 IL, 16 Valve. DOHC. VVTI
Keterangan :
4 IL : Kode Mesin Pada Mobil Toyota
16  Valve : 16 Katup / 4 Katup setiap silindernya / 2 katup masuk dan 2 katup buang
DOHC     : Double Over Head Chamshaft / mempunyai 2 poros chamshaft yang terletak di atas                              kepala  silinder
VVT-I      : Variable Valve Timing Intelegent / teknologi pembuka dan penutup katup menggunakan                     sensor

2.  Isi Silinder / besarnya CC (Cm3)
Perhatikan pada gambar diatas, maka kita akan mendapatkan data sebagai berikut :
Diamter Piston = 95,0 mm  ---------------- dirubah menjadi Centimeter (Cm) = 9,5 Cm
Panjang Langkah Piston = 95,0 mm------- dirubah menjadi Centimeter (Cm) = 9,5 Cm

rumus isi silinder  =

Keterangan :
 D = Diameter piston
L = Langkah Piston
N = Banyaknya Lubang Piston

Jadi
0,785 x (9,5  x 9,5 ) x 9,5 x  4
          0,785 x ( 90,25) x 38
     
          0,785 x 3429,5 =  2692,1757 Cm Kubik (CC), jika digenapkan mejadi 2700 CC (2,7 L)

3. Daya Maksimum
Kita ketahui Daya (power) yaitu kemampuan untuk menghasilkan torsi pada putaran tertentu dalam satuan waktu. Ada beberapa satuan tenaga yang harus kita ketahui yaitu , HP (Horse Power), PS(Predestrake), PK (Paardenkracht) dan DK (daya kuda).

Dari data gambar diatas kita dapat memperoleh datanya yaitu Daya Maksimum
160,4 PS / 5.200 Rpm
                                                      catatan : 1 PS = 1 HP = 1 PK = 1 DK
1 PS = 33.000 Ft. Pound /Menit
1 HP = 75. Kg.m / Detik
Analisanya  : 160,4  x 75 = 12.030 Kg.m / Detik
                                         = 12, 030 Ton. m /Detik


4. Torsi Maksimum
Torsi adalah kemampuan untuk memutarkan poros pada kondisi diam.
Dari data diatas, torsi yang dihasilkan maksimal yaitu 24 Kg. m /3.800 Rpm.
Analisanya, jika anda menginginkan torsi yang besar pada start awal , maka setinglah pedal pegas anda pada Rpm 3.800.

Semoga bermanfaat.

Mengetahui Jenis - Jenis Lubang Silinder



Pada kali ini saya akan menjelaskan jenis-jenis lubang silinder pada setiap mesin. Perlu sobat ketahui bahwa lubang silinder setiap berbeda-beda ya. Maksud berbeda disini bukan bentuknya, sudah dipastikan setiap lubang silinder semua bentuknya lingkaran. Jadi bentuk disini jika kita bandingkan dengan diameter piston.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tetapi biasanya setiap jenisnya akan disesuaiakan dengan kendaraan-kendaraan yang dibuatnya. Baiklah, inilah beberapa jenis-jenis lubang silinder :

1. Long Stroke
Pada tipe yang pertama ini dimana langkah toraknya lebih panjang dibanding diamater piston. Makannya disebut sebagai Long Stroke, Long diartikan sebagai panjang sedangkan Stroke adalah langkah. Sebagai contoh misalkan Langkah torak = 150 mm, sedangkan diameter piston = 75 mm. Maka kesimpulannya Panjang Langkah Torak > diamater piston. Jenis silinder ini biasanya digunakan pada mobil-mobil besar sepetri Truck dan sejenisnya karena salah satu kelebihannya yaitu menghasilkan tenaga yang kuat.




2. Square Stroke
Pada tipe kedua ini yaitu panjang langkah torak besarnya sama dengan diamater piston. Sebagai contoh misalkan panjang langkah torak 100 mm, sedangkan diamater piston juga 100 mm.
Maka kesimpulannya panjang Langkah Torak = Dimater Piston. Langkah piston dan dimater piston yang sama dapat mengurangi keausan ring piston jika dibanding dengan tipe Long Stroke.


3. Short Stroke / Over Square
Pada tipe yang terkahir ini dimana panjang langkah torak lebih pendek dibandingkan dengan diameter piston. Sebagai contoh misalkan panjang langkah torak  75 mm, sedangkan diamater piston 100 mm. Sebagai kesimpulan maka Panjang langkah torak < dimater piston. Tipe jenis ini banyak digunakan untuk kendaraan-kendaraan yang menginginkan kecepatan tinggi/ balap.

Demikian penjelasan dari saya, jika ada yang kurang tepat bisa menambahkan komentar dibawah. Terimaksih dan semoga bermanfaat.