google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html

Jenis - jenis Alat Ukur Yang Digunakan di Bidang Otomotif Beserta Fungsinya

Selain harus mengenali banyaknya komponen - komponen yang ada di mesin, baik yang bergerak ataupun yang diam, maka kita juga harus mengetahui jenis - jenis alat ukur yang digunakan di bidang otomotif beserta fungsinya.

Tujuannya adalah dengan mengetahui jenis alat ukur, maka kita tahu proses penggunaanya. Dimana hal itu sangat berkaitan erat dengan proses perbaikan dan mencari permasalahan ( trouble ) pada setiap kendaraan. Semakin banyak alat ukur yang kita kenal, maka mudahlah kita dalam penanganan kerusakan pada setiap mobil.

Berikut kami paparkan jenis - jenis alat ukur yang sering digunakan di bidang otomotif beserta fungsinya :

1. Hidrometer

cara penggunaan hidrometer dan fungsinya
Cara penggunaan hidrometer
Hidrometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur jenis elektrolit baterai. Berat jenis elektrolit berubah menurut tingkat isi baterai. berat jenis ideal baterai adalah 1,26 - 1,28.  Bila berat jenisnya kurang dari 1,23 maka harus dilakukan pengisian ulang ( charge).Berat jenis baterai juga dipengaruhi oleh suhu, sehingga rumus yang digunakan untuk menentukan hubungan ini adalah :

S20 = St = 0,007 ( t - 20 )

Dimana :
S20  = Berat jenis koreksi
St     = Berat jenis terukur

t       = Suhu Saat pengukuran

2. Compression Tester
compression tester
compression tester

Compression tester digunakan untuk mengukur tekanan kompresi pada ruang bakar. Karena tekanan kompresi pada mesin diesel lebih tinggi, maka harus digunakan gauge dengan tekanan yang lebih tinggi juga, Pemasangan alat ini pada lubang busi pada jenis mesin bensin dan pada lubang injektor atau glow plug pada jenis mesin diesel.

3. Nozle Tester
Nozle tester
Nozle tester

Nozle tester digunakan untuk memeriks tekanan pembukaan injektor mesin diesel dan kondisi injektor ( kebocoran setelah injeksi ) yang ditandai dengan tetesan bahan bakar saat injeksi telah selesai.

4. Radiator Cup tester
radiator cup tester
radiator cup tester

Radiator Cup tester ini digunakan untuk memeriksa kondisi radiator ( sistem ) pendingin dari kebocoran dan tutup radiator yang tidak bekerja dengan baik.

5. Static Timing 
Static timing
Static timing

Static timing gauge berfungsi untuk memeriksa timing injeksi pada mesin diesel yang menggunkan jenis pompa injeksi tipe distributor / VE ( langkah plunger )

6. Vacum Gauge
vacum gauge
Vacum gauge

Vacum gauge berfungsi untuk menghasilkan vakum untuk memeriksa komponen yang berhubungan dengan kevakuman udara.

7. Tyre pressure gauge
tyre pressure gauge
tyre pressure gauge

Tyre pressure gauge berfungsi untuk mengukur tekanan angin ( udara ) ban.

8. Turning Radius Gauge 
turbing radius gauge
Turning radius gauge

Turning radius gauge berfungsi untuk mengukur sudut belok roda.

9. Camber Caster gauge
camber caster gauge
camber caster gauge

Camber caster gauge berfungsi untuk mengukur sudut camber, caster dan king pin inclination.

10. Toe Gauge
toe gauge
Toe Guage

Toe gauge berfungsi untuk mengukur besarnya toe in dan toe out dalam besaran mm ( milimeter )

11. Side Slip Tester 
side slip tester
Side slip tester

Side slip tester berfungsi untuk mengukur jumlah side slip ( penyimpangan roda saat kendaraan berjalan ) per meter. Suara buzzer atau lampu peringatan akan menyala bila side slip melebihi standar yang ditentukan

12. Speedometer Tester

Speedomter tester berfungsi untuk memeriksa kesalahan speedometer pada kendaraan. Roda penggerak kendaraan digerakkan oleh roller - roller, apabila terjadi perbedaan antara speedometer pada mobil dengan speedometer tester, maka speedometer mobil harus diganti. 

13. Power Steering tester
power steering gauge
power steering gauge

Power Steering Tester berfungsi untuk mengukur kandungan emisi (sulfur) yang ada pada gas buang mesin diesel. Smoke tester ini menunjukan tingkat pencemaran dalam % ( persen ).


Cara Penggunaan Califer Gauge

cara penggunaan califer gauge
Califer Gauge

Califer gauge adalah alat ukur yang menggunakan dial gauge. Cara penggunaan califer gauge sangat mirip dengan cara penggunaan cylinder Bourgauge. Ada dua tipe califer gauge yaitu :
a. Inside Califer
   Berfungsi untuk mengukur diameter luar
b. Outside Califer
   Berfungsi untuk mengukur diameter dalam

Namun yang paling umum digunakan untuk mengukur komponen otomotif yaitu Inside Califer gauge.

Adapun beberapa langkah yang harus dilakukan saat pengukuran komponen menggunakan califer gauge adalah :

cara penggunaan califer gauge
Cara Seting Califer Gauge

1. Ukurlah diameter dalam dengan vernier califer ( jangka sorong ). Katakanlah hasil pengukurannya adalah 8,40 mm. Selanjutnya set mikrometer ke angka yang mendekati hasil ukur dari vernier califer dan kelipatan 0,5 mm . Maka hasil setingnya yaitu 8,50 mm.

2. Tempatkan kaki-kaki califer diantara anvil dan spindle micrometer. Gerakkan califer sampai mendapat angka yang terkecil. Kemudian putar califer gauge dengan meletakkan angka 0 (nol) lurus dengan jarum.

3. Himpitkan lugs agar dapat dengan mudah masuk ke lubang, untuk menahannya tekan tombol

3.Tekan tombol califer gauge dan masukkan lug pada diameter dalam benda yang akan diukur dan bebaskan tombol.  Gerakkan califer sampai didapat pembacaan terkecil. Jika hasil pembacaan menunjukkan 0.08 mm, berarti hasil pengukuran diameter dalamnya adalah 8, 42 mm. ( 8,50 mm - 0,08 mm )

Cara Benar Menggunakan Dial Gauge Sesuai Dengan Standart Operasional Prosedur (SOP)

cara menggunakan dial gauge
Dial Gauge
Dial gauge atau Dial Indicator merupakan alat pengukuran yang mempunyai ketelitian 0,01 mm. Oleh karenya, dengan ketelitian yang sangat kecil maka kita harus mempergunakan alat ini sesuai dengan aturan yang ada dalam pemakaiannya. Tujuannya adalah agar hasil pengukuran yang kita lakukan mendapatkan hasil yang maksimal ( tidak meleset ).

Selain paham dalam penggunaanya, maka basic pertama yang harus kita kuasai yaitu cara pembacaan  alat ini. Untuk lebih mengerti cara pembacaan alat ini anda bisa membaca Cara Mudah Membaca hasil Pembacaan Dial Gauge.

1. Metode Pengukuran 
Metode yang benar dalam menggunakan alat ini yaitu posisi spindle harus tegak lurus terhadap benda yang akan diukur. Tidak boleh miring sedikitpun, karena dapat mempengaruhi hasil pengukuran.

posisi pegukuran dial gauge dilihat dari depan
Posisi pegukuran dial gauge dilihat dari depan


Posisi pengukuran dial gauge yang benar
Posisi pengukuran dial gauge dilihat dari samping


2. Cara Pengukuran Kebalingan ( Run Out ) Pada Poros

pengukuran kebalingan poros menggunakan dial gauge
Pengukuran kebalingan poros menggunakan dial gauge
Adapun cara pengukuran kebalingan pada poros menggunakan dial gauge yaitu :
a. Bersihkan benda yang akan diukur, pastikan tidak ada karat ataupun kotoran yang menempel
b. Letakkan V - Block pada tempat yang rata
c. Letakkan Poros pada V - Block dengan baik dan benar ( bila perlu coba diputar-putar                            menggunakan tangan )
d. Sentuhkan spindel dial gauge pada permukaan poros ( dengan cara ditekan sampai jarum bergerak     1 atau 2 x putaran penuh )
e. Setting angka nol ( putar angka nol ke arah jarum berhenti )
f. Putar pelan - pelan dial gauge mengguanakan tangan dan baca hasil pengukurannya.

3. Rumus Pembacaan Kebalingan 
Setelah kita tahu dengan baik cara pengukurannya, maka kita juga harus mengetahui rumus pembacaan kebalingan pada dial gauge. Adapun rumus kebalingan yaitu :

Positif  + Negatif 
            2

Ket :
Positif   : arah gerak jarum setelah angka Nol ( bergerak ke kanan )
Negatif : arah gerak jarum sebelum angka Nol ( bergerak ke kiri )

Contoh :

- Jarum bergerak ke kanan  ( + )  maksimal sampai angka  10  nilainya ( 0, 10 mm )
- Jarum bergerak ke kiri ( - ) maksimal sampai angka 90 nilainya ( 0,10 mm ), bukan 0, 90 mm               karena   dihitung dari angka 0 ( nol ) ke kiri

Hasilnya :   0, 10 mm  +  0, 10 mm = 0, 10 mm
                                      2

Cara Mudah Membaca Hasil Pengukuran Dial Gauge

Dial gauge Indicator
Dial gauge atau yang lebih sering disebut Dial Tester Indikator adalah sebuah alat pengukuran yang mirip menyeruai kompas.  Dial Gauge mempunyai ketelitian 0,01 mm yang biasanya dipasang pada Dial Tester Indikator ( DTI ) untuk mengukur :

a. Kebengkokkan poros
b. Run Out ( Kebalingan )
c. Backlas ( jarak sentuh pada roda gigi )

Selain dipasang pada Dial Tester Indikator ( DTI ), Dial Gauge juga dipasangkan pada Cylinder Bourgage yang berfungsi untuk mengukur diamter lubang silinder yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari :

a. Keausan
b. Keovalan
c. Ketirusan

Adapun cara pembacaannya sangat begitu gampang jika dibandingkan dengan alat - alat ukur yang lainnya. Adapun yang harus kamu ketahui yaitu :

1. 1 X putaran penuh pada jarum besar bernilai 100 strip  (1 strip nilainy 0,01 mm )
2.  1 Strip jarum kecil bernilai 1 mm

Atau 1 x putaran penuh jarum besar = 1 strip jarum kecil ( 1 mm )

Contoh pembacaan pada gambar dibawah ini :

Add caption
- Jarum besar di strip ke 6 = 0,01 x 6 = 0,06 mm
- Jarum kecil di strip ke 3 = 1     x   3 = 3 mm

Jadi hasil pembacaannya yaitu = 0,06 + 3 mm = 3, 06 mm 



Teknik Penilaian Soal - soal Dalam Perlombaan LKS Otomotif

soal - soal LKS otomotif
Cover soal LKS Nasional Bid. Otomotif


Menjadi seorang pemenang dalam perlombaan merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi para pesertanya. Oleh karena itu, untuk menjadi pemenang dalam perlombaan, maka harus ada beberapa hal yang kita persiapkan.

Terkhusus bagi adik-adik  jurusan Teknik Kendaraan Ringan ( TKR ) yang ingin mengikuti Lomba Keterampilan Siswa ( LKS ) dan ingin menjadi pemenang hingga di tingkat Nasional  dan Internasional,  maka ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan. Selain Skill yang mumpuni dalam penguasaan bidang lomba ( Task ), kamu juga harus tahu teknik penilaian yang diberikan juri ( expert ) kepada peserta lombanya. Fungsinya agar kamu lebih faham sistem penilaian nya untuk mendapatkan nilai yang maksimal.

Lembar penilaian ini mengacu pada lembar penilaian Perlombaan - perlombaan di tingkat Asean maupun Dunia ( World Skill ). Dan pastinya semua item yang digunakan menggunakan bahasa inggris.

Biasanya bobot paling nilai paling tertinggi dalam setiap item ( Task ) yaitu 1000 ( seribu ) poin yang dibagi menjadi beberapa komponen penilaian, seperti :

a. Persiapan
b. Cara kerja ( memasang dan membongkar )
c. pengukuran komponen
d. Kerapian setelah bekerja

Seperti yang telihat pada gambar dibawah ini,

komponen penilaian LKS Otomotif
Komponen penilaian LKS Otomotif


1. Lembar kerja peserta

Lembar kerja peserta atau MTP ( Materi Test Project ) merupakan lembar kerja yang nantinya diberikan oleh juri kepada peserta. Lembar ini berisi hasil pekerjaan dari peserta yang harus diisikan dengan baik dan benar.

lembar kerja peserta LKS Otomotif
Lembar kerja Peserta
Seperti yang terlihat pada gambar  lembar kerja diatas bahwa kamu harus mengisi kolom-kolom yang masih kosong sesuai dengan hasil pemeriksaan yang kamu lakukan pada Task Power Steering. Dimana pada kolom tersebut tertulis Manufacturers Spesification ( Spesifikasi ukuran dari pabrik yang bisa kamu lihat dari buku petunjuk yang digunakan,), Actual ( Hasil Pengukuran Saat Ini )   dan Comment ( Komentar kamu tentang kondisi komponen yang diperiksa, apakah masih layak digunakan atau sudah rusak ).


2. Lembar penilaian Juri

Selain lembar kerja peserta, juri mempunyai lembar penilaian tersendiri yang tidak diketahui oleh peserta. Pada lembar ini, juri hanya menilai pekerjaan yang dilakukan oleh peserta lomba. Sebagai contoh pada gambar diatas dibawah, apabila komponen penilaian tersebut dilakukan oleh peserta maka nilainya 10, sebaliknya jika tidak dikerjakan maka nilainya 0. Tidak ada grade nilai pertimbangan, yang ada hanya jika  dikerjakan mendapat nilai dan tidak dikerjakan tidak mendapat nilai.
lembar penilaian juri LKS Otomotif
Lembar penilain Juri
Demikian informasi mengenai soal-soal LKS Otomotif, semoga sukses dan tetap semangat untuk menjadi seorang juara.

Mengenal Komponen-komponen Mesin Yang Bergerak Dan Beserta Fungsinya

komponen-komponen mesin yang bergerak

Setelah sebelumnya kita telah mengetahui komponen-komponen mesin yang tidak bergerak beserta fungsinya, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai komponen-komponen mesin yang bergerak beserta fungsinya.

Komponen-komponen yang bergerak pada mesin memiliki resiko kerusakan lebih tinggi, karena memiliki beban kerja yang yang lebih besar. Oleh karena itu, komponen-komponen ini sangat berpengaruh terhadap performa mesin.

1. PISTON


Cara kerja piston dan fungsi piston
Piston

Fungsi piston atau Torak yaitu menerima tekanan gas dari hasil pembakaran yang kemudian diteruskan diteruskan ke crankshaft memalui batang piston ( conecting rood ) Piston termasuk salah satu komponen yang bekerja dengan ritme yang sangat lelah. Oleh karena itu, komponen ini sangat berpengaruh terhadap tenaga mesin yang disemburkan.

2. KATUP
cara kerja dan fungsi katup atau klep pada mesin
Katup

Katup pada mesin memiliki jumlah yang berbeda-beda, namun jenis katup semuanya sama yaitu katup masuk dan katup buang. Katup masuk berada pada saluran masuk campuran udara dan bahan bakar, dimana katup ini terbuka pada langkah hisap. Sedangkan katup buang terbuka pada langkah buang untuk membuang sisa-sisa pembakaran pada ruang bakar. Fungsi katup atau klep yaitu membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang pada ruang bakar.

3. ROCKER ARM


fungsi dan cara kerja rocker arm
Rocker Arm

Rocker arm atau yang lebih familier disebut dengan kuku macan berfungsi mendorong katup agar terbuka. Sedangkan bekerjanya rocker arm akibat dorongan dari tonjolan pada poros bubungan ( Chamshaft). Pada mobil mobil jaman dulu, roker arm dapat distel celahnya dengan menggunakan feelr gauge untuk mendapatkan hasil pembakaran yang maksimal. Namun pada kendaraan zaman sekarang, rocker arm telah dibekali dengan teknologi pendorong hidrolik yang dapat mengatur celah katup secara otomatis.

4. CRANKSHAFT ( Poros Engkol )


cara kerja dan fungsi poros engkol
Poros engkol

Crankshaft atau poros engkol berfungsi merubah gerak naik turun piston mejadi gerak putar yang disalurkan ke flywheel untuk memutarkan poros input transmisi dan disalurkan ke setiap roda sebagai tenaga penggerak kendaraan. Crankshaft terdiri dari beberapa komponen yang harus kita ketahui bersama, diantaranya yaitu :
a. Crank Pin
b. Crank Arm
c. Balance Weight
d. Crank Jurnal


5. CAMSHAFT ( Poros Bubungan )


cara kerja poros bubungan atau camshaft
Poros Camshaft

Berbeda dengan Crankshaft, camshat merupakan poros yang bentuknya sedikit lebih kecil dibanding poros engkol. karena bentuknya yang kecil, poros bubungan ini berfungsi sebagai pembuka dan penutup katup. Cara kerjanya yaitu dengan mendorong ujung pangkal katup dengan tontolan yang ada pada porosnya. Jumlah chamshaft pada setiap mesin jumlahnya berbeda, ada yang 1 buah dan 2 buah, hal ini tergantung dari jenis penggerak katup yang digunakan.  Untuk lebih jelas mengetahui jenis-jenis penggerak katup anda bisa membaca Jenis-jenis Mekanisme Katup.

Mengenal Komponen-kompoenen Mesin Yang Tidak Bergerak Beserta Fungsinya

komponen-komponen mesin
Penampang Mesin
Mesin merupakan komponen utama penghasil tenaga pada mobil yang sangat begitu penting fungsinya. Bagus atau tidaknya sebuah kendaraan bisa dilihat dari kondisi mesin yang ditanamkan pada kendaraan tersebut. Sebagai penghasil tenaga, mesin terdiri dari ratusan komponen yang menempel padanya.

Adapun komponen-komponen yang ada pada mesin dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :

1. Komponen mesin yang tidak bergerak
2. Komponen mesin yang bergerak.

Komponen mesin yang tidak bergerak yaitu komponen mesin yang memang hanya diam saja ketika mesin tersebut bekerja. Oleh karena itu, komponen-komponen ini jarang ada kerusakan dibanding komponen-komponen yang bergerak.

Sedangkan komponen-komponen yang bergerak yaitu komponen mesin yang bergerak ketika mesin bekerja dan tidak akan bergerak pada saat mesin mati. Oleh karenanya, komponen-komponen ini lebih bekerja keras dibanding komponen yang tidak bergerak.

Pada kesempatan kali ini, kita coba akan mengenali komponen-komponen yang tidak bergerak pada mesin beserta fungsinya.

1. Blok Silinder ( Cylinder Block )


silinder blok mesin
Silinder blok mesin
Berfungsi sebagai tempat piston berkerja naik turun pada lubang silinder untuk menghasilkan tenaga.. Agar konstruksi silinder kuat dan tahan terhadap benturan, maka konstruksinya dilengkapi dengan tulang ( rib ). Pada silinder blok juga terdapat water jacket sebagai tempat saluran air pendingin.

2. Kepala Silinder ( Head Cylinder )


silinder head
Silinder Head
Silinder Head adalah komponen yang menopang kerjanya komponen katup. Pada silinder head terdapat beberapa komponen diantaranya yaitu saluran masuk, saluran buang, water jacket dan lubang busi.

3. Panci Oli ( Oil Pan )
Panci Oli
panci Oli
Panci oli atau oil pan berfungsi sebagai wadah oli yang terletak pada bagian paling bawah mesin. Pada panci oli terdapat baut pembuangan oli yang berfungsi sebagai keran pembuangan oli. Selain itu, panci oli pada bagian dalam dipasang sparator yang berfungsi

4. Tutup kepala silinder ( Cylinder Head  Cover )

tutup kepala silinder
Tutup kepala silinder
Tutup kepala silinder berfungsi sebagai penutup pada bagian atas mesin. Komponen ini sangat mudah untuk dilepas dan dipasang kembali. Pada tutup kepala silinder terdapat lubang pengisi oli yang terbuat dari material plastik dan mudah untuk dibuka hanya dengan menggunakan tangan. 

5. Saluran Masuk ( Intake Manifold )
saluran masuk
Saluran masuk
Saluran masuk berfungsi sebagai jalur masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Saluran masuk terhubung dengan karburator pada mesin konvensional dan terhubung dengan intake chamber pada mesin EFI. Ada sebagian desain intake manifold didalamnya terdapat saluran air pendingin. Dengan adanya desain ini, maka saluran udara dan bahan bakar menjadi dingin dan sangat bermanfaat bagi kepadatan campuran yang masuk. 

6. Saluran Buang ( Exhaust Manifold )
saluran buang
Saluran buang
Saluran buang pada mesin berfungsi sebagai saluran pembuangan sisa-sisa pembakaran yang berasal dari ruang bakar. Saluran ini sangat panas, karena berkaitan dengan suhu panas yang tinggi. Oleh karena itu, biasanya saluran exhaust dilapisi oleh plat khusus yang berfungsi melindungi komponen ini agar tidak membahayakan bagi para teknisi. Saluran buang terhubung langsung ke knalpo    (Mufler ).



Mengapa Komponen Assesoris Mati Saat Mobil Di Stater ?

Mungkin selama ini kita tidak -pernah menyadari mengapa komponen assesoris mati saat mobil di stater. Adapun komponen-komponen assesoris pada mobil seperti audio, dinamo kaca mobil atau komponen-komponen lain yang bisa hidup saat posisi kunci kontak pada posisi ACC ( dibaca Accecoris ).

Perlu kita ketahui bersama bahwa tujuan dari dimatikannya komponen-komponen assesoris saat mesin sedang di stater yaitu agar arus yang berasal dari baterai tidak dipakai oleh komponen lain kecuali semuanya akan terpakai untuk memutar motor stater. Karena pada saat itu, stater membutuhkan arus yang besar dengan kisaran 8 Ampere untuk tenaga pemutaran awal.

Sedangkan pada kunci kontak ( ignition swtich ) sudah dirancang sedemikian rupa dimana pada saat kunci kontak posisi Stater, maka komponen mobil yang membutuhkan arus dari tegangan ACC akan terputus seketika dan hidup kembali ketika posisi kunci kontak pada posisi IG (ignition).

Berikut ini merupakan mekanisme pemutus dan penghubung yang ada di kunci kontak pada kendaraan ;


diagram hubungan pada kunci kontak
Diagram hubungan terminal pada kunci kontak

Keterangan Gambar :
Off      : Mati
+ B     : Tegangan Positif (+) batrai
ACC   : Accecoris
IG       : Igniton (On)
ST       : Stater


Dari gambar diagram hubungan terminal pada kunci kontak diatas dapat kita pelajari bahwa :

1. Pada posisi OFF  tidak ada terminal yang berbungan dengan + B, dengan demikian pada posisi ini semua komponen mati.

2. Pada posisi ACC, dimana terminal ACC berhubungan dengan terminal +B, akibatnya semua komponen yang termasuk dalam ACC akan bisa dihidupkan.

3. Pada posisi IG, pada posisi ini terminal yang berhubungan yaitu terminal +B berhubungan dengan terminal ACC dan IG. Artinya, apabila kunci kontak dalam posisi IG, maka komponen-komponen yang termasuk dalam ACC dan IG akan bisa dihidupkan.

4. Dan yang terakhir pada posisi ST, yang mana pada posisi ini terminal +B berhubungan dengan terminal IG dan ST. Sehingga komponen-komponen yang berhubungan terminal IG akan hidup pada saat mesin di stater, namun tidak demikian dengan komponen-komponen yang berhubungan dengan terminal ACC. Mereka akan mati ketika kunci kontak dalam posisi ST.




Pengalaman Perlombaan Sheel Eco Marathon Tingkat Asia



Kalau kata orang hidup harus harus penuh perjuangan. kata saya berbeda, Hidup memang penuh perlombaan. Sejak  2008 sampai 2014 atau lebih detailnya sejak duduk di bangku SMK kelas XI sampai lulus kuliah, hampir setiap tahunnya saya tidak pernah absen ikut  perlombaan di bidang otomotif. Dari tingkat kabupaten sampai tingkat Benua Asia, dari SMK sampai dapat beasiswa Kuliah ke Jawa.

Bermodalkan semangat dan impian, hampir semuanya sudah tercapai. Dan klimaksnya ketika bisa menjadi bagian dari perwakilan-perwakilan Mahasiswa Indonesia yang bertarung keterampilan di tingkat Asia. Tepatnya di tahun 2013, dimana tim kami dinyatakan lolos untuk mengikuti ajang perlombaan rancang bangun kendaraan hemat energi tingkat asia yang bernama Shell Eco Marathon. Tidak banyak orang yang mengenal kompetisi ini, namun dikalangan mahasiswa mesin (khususnya) se Indoensia, ini menjadi ajang pembuktian kalau kamu itu orang yang layak disebut i'am mechanical engginer.

Setelah dinyatakan lolos, tim kami pun dengan penuh semangat membuat rancang bangun mobil berbekal pengetahuan di perkuliahan dan pegalaman di masing-masing bidang. Ini menjadi tantangan terberat, walau sebelumnya tim kami pernah menjadi juara 3 nasioanl Indonesian Energy marathon Challenges di ITS surabaya.

Selain membutuhkan tingkat pengetahuan yang tinggi, kami juga uang banyak untuk menyokong pembuatan mobil, pengiriman mobil dan biaya-biaya yang tidak terduga yang hampir mencapai nilai 100 juta rupiah. Uang semua itu lho..

Tim yang terdiri dari 8 orang dari dua jurusan yang berbeda akhirnya dengan dengan bersusah payah bisa menyelesaikan pembuatan mobil jenis prototype gasoline engine yang kami berinama mobil cimahi 3. Dimana pada generasi 1 dan 2 sudah pernah ikut perlombaan di tingkat Nasional.

Pembuatan mobil kami lakukan disela-sela waktu kosong kuliah, baik siang dan lebih banyak pada malam hari. Sampai kami pun membuat tempat istirahat khusus di workshop sebagai tempat istirahat karena malas pulang ke kos.

Setelah mobil sudah selesai dibuat, akhirnya mobil pun dikirim ke negara tujuan perlombaan di adakan. Waktu itu di Filipine, biaya ongkos mobil yang dikenakan oleh pihak shipping pun lumayan membuat kami gigit jari. Nilainya mencapai 45 juta rupiah. Bayangin aja, cuman ngirim mobil pulang pergi segitu gedenya.

Yang paling susah untuk dilupakan sampai sekarang adalah ketika uang kami tidak mencukupi untuk membeli tiket PP Indonesia - Filipine untuk 7 orang. Dengan uang 35 juta, kami harus bisa berangkat 7 orang. Tidak habis akal, akhirnya saya dan seorang teman memburu tiket pesawat paling murah ke Soekarno Hatta. Demi memburu tiket

Tergeletak lemah tak berdaya di bandara manila


paling murah dari maskapai yang tersedia, kami pun bermalam di bandara Soeta seperti tuna wisma. Setelah mencari informasi akhirnya kami pun mendapatkan tiket pesawat paling murah dikelas yang paling rendah, gk perlu nyaman yang penting sampai tujuan.

Akhirnya sampai juga di filipine, dengan suasana yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia dan banyak juga makanan Indoensia yang masuk kesana. Namun, bedanya mereka sangat fasih berhasa Inggris, bahkan tukang becak sekalipun.

Hari pertandingan pun dimulai, setelah dimulai dengan techincal meeting, akhirnya kami diperbolehkan masuk ke paddock untuk mengambil mobil yang masih berada didalam peti kayu. Setelah petinya terbuka, kami pun bergegas memperbaiki komponen-komponen yang belum terpasang dan menyeting untuk siap-siap running test.

Sedang perbaikan di paddock

Setelah melakukan beberapa pengujian oleh tim juri, berupa uji rem pada tanjakan, benturan, sudut belok dan lain-lain, akhirnya kami dinyatakan layak untuk turun sirkuit bertanding dengan mobil-mobil rancangan mahasiswa dari seluruh asia.

Setelah hampir 2 hari pertandingan, ternyata masih ada juga salah satu tim dari India yang belum lolos uji. Akhirnya dengan senang kami pun coba membantu  mereka yang kebetulan paddocknya saling berhadapan dengan kami. Dan merekapun akhirnya lolos uji kelayakan.

Tim yang kami bantu dari India


Setelah hasil pertandingan selesai, hasil pun didapat. Dan kami p tidak terlalu kecewa dengan peringkat yang kami dapat diperingkat 19 dari 45 pada kelas gasoline prototype.

Pertandingan pun selesai, dan selamat berpisah dengan teman-teman yang lain. Kesempatan perpisahan inipun tidak di sia-siakan dengan salah satu teman saya. Jadi ceritanya dia bertukar mata uang dengan negara-negara tetangga yang nilai nominalnya jauh diatas rupiah. Seperti malaysia, singapura. Dab ternyata dia dapat banyak uang, untung banyak kan.,. hahaha

Dah lah ya,.. mungkin itu sedikit pengalaman pribadi dari saya. kamu pasti juga pernah punya pegalaman yang istimewa juga kan..

Cara Kerja Sistem Pengapian ( Ignition System) Pada Mobil

Sistem pengapian digunakan untuk mengatur pembakaran campuran udara dan bahan bakar yang ada pada ruang bakar. Namun, sistem pengapian ini hanya digunakan oleh jenis mesin bensin saja, sedangkan pada mesin diesel tidak. Karena pada mesin diesel terjadi Self Igniton (pembakaran sendiri).

Sistem pengapian terdiri dari beberapa komponen yang saling mendukung dalam mengatur waktu terjadinya letikan bunga api pada busi. Oleh karenanya, untuk memudahkan kita dalam mempelajari sistem pengapian, maka kita harus tahu setiap cara kerja komponen-komponennya.

1. Rangkaian Sistem Pengapian 
rangkaian sistem pengapian
Rangkaian Sistem Pengapian


Pada gambar  rangakaian  diatas ialah jenis rangkaian coil yang menggunakan external  resistor yang mana tegangan  masuk ke dalam kumparan primer tegangannya juga di bypass melalui stater. Hal ini berfungsi sebagai penambah tegangan pada saat pemutara awal engine yang mana tegangan drop digunakan untuk memutarkan motor stater.

Dalam rangkaian disamping yang benar ialah rangkain yang dari ST di beri dioda yang berfungsi mencegah motor stater berputar pada saat IG, rangkain juga bisa dari ST 1 atau ST 2.   Adapun fungsi dari resistor itu sendiri ialah untuk mengurangi penurunan tegangan pada kumparan skunder pada kecepatan tinggi dan  juga untuk menstabilkan arus yang masuk pada kumparan primer pada kecepatan tinggi  . 

Mengapa demikian ? Karena kecepatan mesin akan mempengaruhi waktu pembukaan dan penutupan platina yang mana dengan rpm mesin yang bertambah maka semuanya terjadi sangat singkat dibandingkan pada saat idle .Pada kenyataannya coil akan mengeluarakan teganagn yang besar apabila penutupan platina lama.Sedangkan yang kita ketahui bahwa apabila rpm mesin naik maka pembukaan dan penutupan platina semakin cepat .mak untuk mengurangi penurunan tegangan pada koil dibutuhkanlah resistor tersebut .                      


2. Karakteristik Arus Koil Dengan dan Tanpa Resistor

Coil dengan resitor dan tanpa resistor
Karakteristik Koil Dengan dan Tanpa Resistor
Gambar diatas ialah perbedaan antara coil dilengkapi  resistor dengan coil tanpa resisitor. Pada sekarang ini coil didesain ada yang dilengkapi resistor dan coil tanpa resistor. Dapat kita simpulkan bahwa coil yang dilengkapi resistor mempunyai tahanan yang lebih kecil di bandingkan yang tidak menggunakan resistor.

Pada coil tanpa resistor mempunyai tahan yang besar sehingga membutuhkan waktu lama agar arus yang masuk ke gulungan primer dapat mencukupi terjadinya medan magnet. Sedangkan coil yang dilengkapi resistor mempunyai tahanan yang lebih kecil sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mencukupi terjadinya kemagnetan pada kumparan primer. Dan pada diagram juga dapat kita baca bahwa perbandingan antara waktu (t) dan arus yang mana keduanya bertujuan untuk menimbulkan arus yang besar dan dengan waktu yang singkat. Jadi apabila kita lihat gambar diatas ialah coil yang dilengkapi resistor membutuhkan waktu yang cepat untuk menghasilkan arus yang besar sedangkan coil tanpa resistor membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan arus yang besar.


3. Kecepatan Mesin dan Tegangan Primary Coil 
kecepatan mesin dan tegangan primary coil
Kecepatan mesin dan tegangan primary coil
Keterangan gambar diatas ialah perbandingan antara lamanya penutupan palatina dengan waktu yang dibutuhkan dengan arus yang dihasilkan pada coil dilengkapi dengan resisto, coil tanpa resistor dan coil dilengkapi resistor tetapi resistornya tidak dipasang(cabut).
Kecepatan rendah:
a. Coil dengan resistor : Kejadian yang terjadi pada coil ini ialah akan menghasilkan arus yang tinggi pada kondis inormal .
b. Coil tanpa resistor: Coil tanpa resistor pada kecepatan rendah akan menghasilkan arus yang sama dengan dengan coil yang di lengkapi dengan resistor .
c. Coil dilengkapi resistor tetapi resistornya tidak di pasang : Dibandingkan dari kedua resistor yang lain, kejadian yang terjadi pada coil ini ialah akan menghasilkan arus yang lebih tinggi dari   yang maksimal ,tetapi efek   negatip yang terjadi pada coil ini ialah  akan cepat panas yang mengakibatkan akan timbul tahan yang lebih besar yang berpengaru pada kondisi kerja mesin.(mogok).

Kecepatan tinggi:
a.Coil dilengkapi resistor :Pada kecepatan tinggi coil ini akan menghasilkan arus hampir maksimal di bandingkan dengan saat kecepatan rendah .
b.Coil tanpa resistor:Pada kecepatan tinggi ini coil ini hanya dapat menghasilkan arus  setengah dibandingkan pada saat kecepatan rendah.
c.Coil  dilengkapi resistor tetapi tidak di pasang: Pada kecepatan tinggi coil ini bisa menghasilkan arus yang maksimal tetapi juga perlu kita ingat bahwa panas yang ditimbulkannya akan menjadi tahanan bagi coil  tersebut sehingga juga kemungkinan coil itu tidak dapat menghasilkan mutual induksi yan besar.


Jenis-Jenis Kelistrikan Body Pada Kendaraan Mobil

Sebagai faktor pendukung pada kenyamanan dan keamanan berkendara, maka setiap kendaraan dilengkapi dengan  beberapa komponen kelistrikan body. Komponen - komponen ini bekerja sesuai dengan perintah / instruksi dari pengemudi. Selain itu, ada juga bebera komponen yang berfungsi sebagai indikator keja mesin. Yang mana  hal ini sangat penting untuk mengetahui kondisi mesin secara real.

Komponen-komponen kelistrikan body hampir semuanya menempel pada body kendaraan. Dan mungkin itu merupakan alasan mengapa komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen kelistrikan body.

Baiklah, sekarang kita coba akan mengenal dasar-dasar komponen kelistrikan mesin pada sebuah mobil.

1. Wire Harnes
Wire Harnes
Wire harnes merupakan gabuangan dari kabel-kabel dan komponen-komponen yang menghubungkan sumber tegangan dan beban. Bila kita lihat gambar diatas, ada begitu banyak kabel yang tertanam pada bodi kendaraan. Bahkan berat total wire harnes bisa mencapai 30 Kg. 

Wire harness dibagi menjadi kelompok-kelompok berikut yang memudahkan persambungan diantara komponen-komponen kelistrikan kendaraan:

    a. Kawat dan kabel
    b. Part-part persambungan
    c. Part-part pelindung sirkuit, dll. 


2. Switch Dan Relay
Switch dan relay
Switch dan relay membuka dan menutup sirkuit listrik yang berfungsi  menghidupkan dan mematikan lampu-lampu, dan juga untuk mengoperasikan sistem-sistem kontrol.

a. Switch
Beberapa switch dioperasikan secara manual, sementara yang lainnya beroperasi secara otomatis dengan merasakan adanya tekanan, tekanan oli, atau temperatur.

b. Relay
Relay memungkinkan fungsi ON/OFF dengan arus kecil sirkuit listrik yang membutuhkan arus besar. Saat relay digunakan, sirkuit-sirkuit yang membutuhkan arus yang besar dapat disederhanakan. 


3. Sistem Penerangan
Sistem penerangan
Sistem penerangan pada kendaraan berfungsi sebagai keamanan berkendara. Diaman pada sistem ini, lampu-lampu terpasang pada bagian depan, belakang dan dalam cabin ruangan. Selain sebagai keamanan berkendara, sistem penerangan juga berfungsi sebagai faktor kenyamanan dalam berkendra. 

Lampu besar mengarahkan sinarnya ke depan untuk memastikan jarak pandang pengemudi selama pengendaraan malam hari. Lampu-lampu tersebut dapat diganti untuk memberikan penyinaran jarak jauh (diarahkan ke atas) dan jarak dekat (diarahkan ke bawah). Lampu-lampu tersebut juga memberitahukan pengemudi kendaraan lain atau pejalan kaki akan kehadiran kendaraan Anda.

Beberapa model dilengkapi dengan lampu pengendaraan siang hari yang tetap menyala setiap saat untuk memberikan peringatan kepada kendaraan lain akan kehadiran kendaraan Anda. Pembersih lampu besar untuk membersihkan lensa-lensa lampu besar juga tersedia pada beberapa model.

4. Meter Kombinasi 
Meter kombinasi
Meter kombinasi dan pengukur terdiri dari meter-meter, pengukur, lampu peringatan, dan lampu indikator untuk menunjukkan informasi yang diperlukan oleh pengemudi untuk keamanan berkendara. 



5. Penghapus dan Pembasuh Kaca

Penghapus dan pembasuh kaca
Penghapus kaca memastikan pandangan pengemudi dengan cara menghapus air hujan atau kotoran dari kaca jendela depan atau belakang. Pembasuh kaca menyemprotkan cairan  pembasuh untuk menghilangkan kotoran atau oli yang tidak dapat dihapus hanya dengan penghapus kaca saja.

Fungsi-fungsi penghapus kaca
a. Fungsi kecepatan
    Mengganti kecepatan penghapus kaca antara HI dan LO.
b. Fungsi intermittent
    Mengoperasikan penghapus kaca pada kecepatan LO. Terdapat pula tipe dimana interval dapat           disetel dalam beberapa tahap.
c. Fungsi kabut
    Mengoperasikan penghapus kaca sekali saat switch sedang bekerja.
d. Fungsi parkir otomatis
    Meskipun penghapus kaca sedang beroperasi, akan tetapi bila memutar switch ke posisi  OFF,             maka penghapus kaca akan kembali ke posisi asalnya.
e. Fungsi persambungan pembasuh
    Secara otomatis mengoperasikan penghapus kaca saat switch pembasuh diputar ke posisi ON               untuk beberapa detik.  



6. Air Conditioning



Air Conditioning
AC mengatur temperatur interior kendaraan. Ia berfungsi sebagai alat penghilang kelembaban, sebagai tambahan bagi fungsi pengaturan temperatur pemanasan dan pendinginan.


AC juga membantu menghilangkan pembekuan, es, dan kondensasi dari permukaan interior dan eksterior kaca jendela.