google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html
Home » » Penjelasan Wering dan Rangkaian Sistem Pengapian

Penjelasan Wering dan Rangkaian Sistem Pengapian

1. Rangkain Resistor Pada Coil
Pada rangakian diatas  ialah jenis rangkaian coil yang menggunakan external  resistor yang mana tegangan yang masuk ke dalam kumparan primer, tegangannya juga di bypass melalu stater yang berfungsi sebagai penambah tegangan pada saat pemutara awal engine. Dimana  tegangan drop digunakan untuk memutarkan motor stater.

Dalam rangkaian diatas  yang benar ialah rangkain yang dari ST di beri dioda yang berfungsi mencegah motor stater berputar pada saat IG ,rangkain juga bisa dari ST 1 atau ST 2.   Adapun fungsi dari resistor itu sendiri ialah untuk mengurangi penurunan tegangan pada kumparan skunder pada kecepatan tinggi, juga untuk menstabilkan arus yang masuk pada kumparan primer pada kecepatan tinggi. Mengapa demikian ? Karena kecepatan mesin akan mempengaruhi waktu pembukaan dan penutupan platina yang mana dengan rpm mesin yang bertambah maka semuanya terjadi sangat singkat dibandingkan pada saat idle.

Pada kenyataannya coil akan mengeluarakan teganagn yang besar apabila penutupan platina lama.Sedangkan yang kita ketahui bahwa apabila rpm mesin naik maka pembukaan dan penutupan platina semakin cepat .maka untuk mengurangi penurunan tegangan pada koil dibutuhkanlah resistor tersebut .                    

2. Diagram Perbandingan Kenaikan Arus Coil Terhadap Waktu
Diagram Kenaikan Arus Pada Coil

Gambar diatas ialah perbedaan antara coil dilengkapi  resistor dengan coil tanpa resisitor .Pada sekarang ini coil didesain ada yang dilengkapi resistor dan coil tanpa resistor .Dapat kita simpulkan bahwa coil yang dilengkapi resistor mempunyai tahanan yang lebih kecil di bandingkan yang tidak menggunakan resistor.Pada coil tanpa resistor mempunyai tahan yang besar sehingga membutuhkan waktu lama agar arus yang masuk ke gulungan primer dapat mencukupi terjadinya medan magnet. Sedangkan coil yang dilengkapi resistor mempunyai tahanan yang lebih kecil sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mencukupi terjadinya kemagnetan pada kumparan primer. 

Dan pada diagram juga dapat kita baca  bahwa perbandingan antara waktu(t) dan arus yang mana keduanya bertujuan untuk menimbulkan arus yang besar dan dengan waktu yang singkat.Jadi apabila kita lihat gambar diatas ialah coil yang dilengkapi resistor membutuhkan waktu yang cepat untuk menghasilkan arus yang besar sedangkan coil tanpa resistor membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan arus yang besar.

3. Diagram Kecepatan Terhadap Primary Coil



Keterangan gambar diatas ialah perbandingan antara lamanya penutupan palatina dengan waktu yang dibutuhkan dengan arus yang dihasilkan pada coil dilengkapi dengan resistor(garis biru ), coil tanpa resistor (  garis pink   ) dan coil dilengkapi resistor tetapi resistornya tidak dipasang (merah).
Kecepatan rendah:
a. Coil dengan resistor : Kejadian yang terjadi pada coil ini ialah akan menghasilkan arus yang tinggi pada kondis inormal .
b. Coil tanpa resistor: Coil tanpa resistor pada kecepatan rendah akan menghasilkan arus yang sama dengan dengan coil yang di lengkapi dengan resistor .
c. Coil dilengkapi resistor tetapi resistornya tidak di pasang : Dibandingkan dari kedua resistor yang lain, kejadian yang terjadi pada coil ini ialah akan menghasilkan arus yang lebih tinggi dari yang maksimal, tetapi efek negatip yang terjadi pada coil ini ialah  akan cepat panas yang mengakibatkan akan timbul tahan yang lebih besar yang berpengaru pada kondisi kerja mesin.(mogok)
Kecepatan tinggi:
a. Coil dilengkapi resistor :Pada kecepatan tinggi coil ini akan menghasilkan arus hampir maksimal di bandingkan dengan saat kecepatan rendah .
b. Coil tanpa resistor:Pada kecepatan tinggi ini coil ini hanya dapat menghasilkan arus  setengah dibandingkan pada saat kecepatan rendah.
c. Coil  dilengkapi resistor tetapi tidak di pasang: Pada kecepatan tinggi coil ini bisa menghasilkan arus yang maksimal tetapi juga perlu kita ingat bahwa panas yang ditimbulkannya akan menjadi tahanan bagi coil  tersebut sehingga juga kemungkinan coil itu tidak dapat menghasilkan mutual induksi yan besar.

4. Fungsi Kondensor


Pada gambar diatas dapat kita lihat bahwa pada saat contac platina terbuka yang mana untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api pada kontak platina yang mana arus yang akan meloncat antara platina akan diserap oleh kondensor dan akan dikembalikan pada saat kontac platina tertutup kembali. Dimana apabila sistem ini tidak dilengkapi condensor maka akan terjadi loncatan bunga api antara kontac platina yang berasal dari self induksi dari primeri coil sehingga contac platina akan cepat habis juga hal ini tidak akan memaksimalkan terjadinya mutual induksi pada kumparan skunder coil.Juga perlu kita ketahui bahwa kondensor yang bocor pada sistem ini akan berakibat tidak timbulnya tegangan yang besar dari coil ,Mengapa karena apabila terjadi kebocoran maka akan langsung berhubungan dengan masa yang berakibat tidak terjadinya keruntuhan magnet pada kumparan primer coil. 

Kalau kita berbicara sistem pengisian ada sebagian alternator yang dilengkapi dengan kondensor yang terpasang pada output terminal batrai alternator yang berpungsi untuk menegah arus yang besar yang berpengaruh pada sistem radio.Output yang keluar dari alternator belum sepenuhnya adalah DC ,hal ini dapat kita periksa dengan oskiloskop .kebocoran salah satu dioda juga dapat kita periksa secara manual yaitu dengan adanya bunyi “nging “ pada laudspeaker audio yang mana apabila kita naikkan rpm maka bunyi semakin membesar .

Penyerapan arus oleh condensor

Dapat kita lihat bahwa pada saat kontak platina tertutup bahwa arus primerinya kecil.Seiring dengan pembukaan platina maka arus primeri coil semakin naik .Apabila tidak dilengkapi dengan condensor maka akan terjadi percikan api pada platina (Point arcing)sampai platina akan menutup kembali, sedangkan yang menggunakan condensor arus yang besar akan langsung drop(mengecil) dengan waktu yang lebih singkat (T1) dibandingkan dengan yang tidak menggunakan condensor (T2).

5. Pengapian Pada Ruang Bakar


Apabila kita lihat diagram dapat kita pelajari bahwa antara tekanan dengan siklus pada piston yang mana pada titik 1 ialah terjadinya pengomperesan campuran bahan bakar udara .Pada titik 2 ialah tekanan maksimal pada ruang bakar apabiala tidak terjadi pembakaran didalam ruang bakar.Dan apabila terjadi percikan bunga api maka akan terjadi rambatan pembakaran  pada campuran yang mana ini bertujuan untuk menghasilkan tekanan yang paling besar pada 10 ⁰ setelah TMA. 

Apabila bahan bakar yang kita gunakan oktannya bertambah besar(pertamax) maka kita perlu mengajukan pengapian yang mana semakin besar angka oktan maka semakin besar daya tahannya sehingga apabila tidak dimajukan akan berakibat tidak terjadinya pembakaran yang sempurna (bahan bakar mentah ).

6. Sudut Pengapian


Pada gambar diatas ialah  sudut pengapian yaitu dari awal menutupnya platina (C) sampai awal membukanya   platina(B). Pada gambar diatas sudut dwel ialah sudut lamanya pelatina menutup.Yang mana abapila kita periksa menggunakan tune up tester celah platina yang kecil akan menghasilkan sudut dweel yang besar, sebaliknya apabila celah paltina besar maka sudut dwel yang diperoleh kecil pada tune up tester. Apabila celah paltina besar maka celah antara antara rubbing block kecil, sebaliknya apabila celah platina kecil maka celah platina maka celah rubbing bock besar. Jadi kesimpulannya ialah yang diukur pada tune up tester untuk mengukur sudut dwel ialah sudut penutupan platina .

0 comments:

Post a Comment