google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html
Home » » Efek Mutual Induksi Pada Coil

Efek Mutual Induksi Pada Coil

Dua buah kumparan di atur pada diagram. Ketika arus yang mengalir melalui satu kumparan (kumparan primer) dirubah, gaya elektromotif akan terbentuk pada kumparan yang lain (kumparan sekunder), dengan arah yang dapat mencegah gaya magnet pada kumparan primer untuk berubah. Fenomena ini disebut efek mutual induksi atau induksi bersama.

Pengubah voltase memfasilitasi efek ini. Pengubah voltase, yang terdapat pada koil pengapian pada kendaraan, digunakan untuk memberikan tegangan tinggi ke busi.
Karena gaya magnet tidak akan berubah bila arus konstan mengalir melalui kumparan primer, sehingga tidak ada gaya elektromotif yang akan terbentuk pada kumparan sekunder.

Ketika arus primer terganggu akibat menggerakkan saklar dari ON ke OF, gaya magnet yang sudah terbentuk oleh kumparan primer akan menghilang tiba-tiba. Dan, gaya elektromotif akan terbentuk pada kumparan sekunder dalam arah yang akan mencegah hilangnya gaya magnet.

Pengubah tegangan memungkinkan arus mengalir ke kumparan primer, dan ketika arus dihentikan, tegangan tinggi yang telah terbentuk oleh efek self-induction kumparan primer akan semakin bertambah di antara kumparan primer dan sekunder melalui efek mutual  induksi.

Jumlah gaya induksi elektromotif yang terbentuk oleh alat ini berubah sesuai kondisi berikut:

1. Perubahan kecepatan gaya magnet:
Dengan perubahan pada gaya magnet, perubahan yang terjadi dalam waktu singkat menghasilkan gaya elektromotif yang lebih besar.

2. Besar gaya magnet:
Lebih banyak perubahan gaya magnet, lebih banyak gaya elektromotif

3. Jumlah lilitan kumparan sekunder: Dengan perubahan pada gaya magnet, lebih banyak jumlah lilitan, lebih banyak gaya elektromotif.

Jadi, untuk mendapatkan tegangan sekunder yang tinggi, arus ke kumparan primer harus sebanyak mungkin, untuk kemudian diputus secara mendadak.

0 comments:

Post a Comment