google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html
Home » » Pengetahuan Dasar Mesin Diesel

Pengetahuan Dasar Mesin Diesel

Konstruksi mesin diesel
Mesin diesel merupakan mesin yang menggunakan bahan bakar diesel (solar ). Mesin diesel membangkitkan tenaga yang tinggi pada kecepatan rendah dan dengan konstruksi mesin yang lebih sederhana dibandingkan dengan mesin bensin.  Efisiensi (keiritan ) bahan bakar mesin diesel juga lebih baik dari pada efisiensi bahan bakar mesin bensin. Sehingga jenis mesin ini banyak digunakan oleh kendaraan-kendaraan besar.

Ada beberapa perbedaraan  antara mesin diesel dan mesin bensin. Selain perbedaan  terhadap jenis bahan bakar yang digunakan, mesin bensin dan mesin diesel  juga menggunakan mekanisme yang berbeda. Diantarnya sebagai berikut :

1. Ruang pembakaran
Mesin diesel tidak dilengkapi dengan sistem pengapian sebagai pemantik terjadinya pembakaran. Akan tetapi, panas yang dibangkitkan selama kompresi menyebabkan bahan bakar terbakar dengan sendirinya (self ignition). Hal ini berkaibat  rasio kompresi menjadi sangat tinggi.

2. Sistem pemanasan awal
Untuk memudahkan kemampuan start mesin, mesin diesel memiliki sistem pemanasan awal yang menggunakan glow plug (busi pijar) yang berfungsi untuk memanaskan udara hisap.

3. Sistem bahan bakar
Mesin diesel memiliki pompa injeksi dan nozzle injeksi untuk mengijeksikan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran pada tekanan tinggi.

Untuk membangkitkan tenaga penggerak bagi kendaraan, mesin  4-langkah diesel bekerja seperti mesin bensin 4 langkah.

Klik untuk mengetahui Cara Kerja Motor Diesel 4 Langkah

Keterangan Gambar
1. Mesin bensin (dengan katup Throtle)
2. Mesin diesel (tanpa katup throtle)
3. Volume injeksi bahan bakar kecil
4. Volume injeksi bahan bakar besar

Mesin diesel bergantung pada panas dari hasil pemampatan udara hisap yang nantinya terbakar dengan sendirinya yang  menyebabkan pembakaran.  Hal ini yang memerlukan udara yang bervolume besar. Dengan alasan tersebut, mesin diesel  tidak memiliki katup throttle pada intake manifoldnya.

Berbeda dengan mesin bensin yang  mengontrol output tenaganya dengan menggunakan katup throttle pada intake manifold dengan cara  mengatur volume percampuran udara-bahan bakar yang terhisap ke dalam ruang bakar..

Sebaliknya, mesin diesel mengontrol output tenaganya dengan cara mengatur volume injeksi bahan bakar yang akan masuk ke ruang bakar. Hal ini karena mesin diesel  tidak memiliki katup throttle dengan  volume udara hisapnya tetap.

Salah satu contoh cara kerja penyemprotan injeksi mesin diesel pada kehidupan kita sehari-hari yaitu orang yang sedang menyalakan kompos gas. Dimana apabila knop diputar semakin lebar, maka api semakin besar, hal ini terjadi karena volume bahan bakar yang juga semakin besar.

Hal serupa terjadi saat seorang pengemudi menekan pedal akselerator kendaraan bermesin diesel, maka volume bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder naik, sehingga meningkatkan output tenaga mesin.

0 comments:

Post a Comment