google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html
Home » » Cara Kerja Sistem AC Dan Letaknya Pada Mobil

Cara Kerja Sistem AC Dan Letaknya Pada Mobil

AC atau Air Conditioner adalah sistem pendinginan yang ada pada setiap mobil. Dengan ditambahkannya AC, maka kenyamanan berkendara akan sangat  berpengaruh dan menyenangkan. Bayangkan jika disaat kemacetan parah diterik matahari, maka suhu ruang kabin akan sangat luar biasanya panasnya. Dengan adanya AC, maka kita bisa menyetel suhu ruang kabin sesuai dengan selera yang kita inginkan.

Selain AC yang mengeluarkan udara dingin, AC juga didesain ada yang mengeluarkan udara hangat. Perbedaannya AC yang mengeluarkan udara hangat hanya untuk kawasan-kawasan yang memang mempunyai udara super dingin yang ektrim, seperti Eropa, Amerika dll.

Namun di Indonesia yang ada hanya AC yang mengeluarkan udara dingin, mengapa demikian ? karena iklim di negara kita adalah Tropis. Maka AC hangat tidak akan berguna, dan kalaupun kita menjumpai AC hangat mungkin mobil tersebut dibuat untuk wilayah-wilayah yang memiliki musim dingin yang  dibeli oleh orang Indonesia.  Cara kerja pemanas suhu ruang cabin mobil

Adapun letak AC pada setiap mobil berpariatif, diantaranya adalah :

1. AC ada di posisi depan Cabin

AC mobil di depan
AC Mobil di depan

2. AC dengan posisi di belakang Cabin
AC mobil di belakang
AC mobil di belakang


3. AC dengan posisi di atas Cabin
AC mobil diatas
AC Mobil diatas


Setelah mengetahui letak - letak AC pada setiap kendaraan, maka selanjutnya kita akan membahas mengenai cara kerja AC. Dimana pada sebelum kita mengatui cara kerjanya, maka akan lebih baik jika kita mengerti komponen - komponen yang ada pada sistem AC serta fungsinya. 



Pada saat AC ON, maka kompressor AC akan bekerja yang mengakibatkan terjadinya langkah hisap dan langkah buang freon.  Freon yang terhisap akan dikompressikan dan dikeluarkan oleh kompressor dalam bentuk gas bertekanan tinggi dan bertemperatur panas. Gas ini akan masuk ke dalam kondensor yang berbentuk mirip seperti radiator dengan lubang-lubang kecil dan mempunyai banyak kisi - kisi. 

Gas yang masuk ke dalam kondensor akan dirubah dengan proses kondensasi yang mana gas yang bertekanan tinggi dan berteperatur panas akan berubah menjadi cairan panas dan bertekanan tinggi. Setelah keluar dari kondensor dalam bentuk cairan, maka selanjutnya akan mengalir ke Receiver/driyer untuk menyaring kotoran-kotoran pada cairan dan memisahkan uap air yang ada pada cairan freon tersebut. Freon yang berbentuk cairan ini dapat kita lihat dari kaca pengintip yang ada pada selang.

Cairan yang sudah melewati penyaringan pada receiver akan mengalir ke katup ekspansi yang befungsi merubah cairan bertekanan tinggi dan bersuhu panas menjadi cairan yang bertekanan rendah dan bersuhu dingin.  Nah cairan inilah nantinya akan melewari evavorator dan oleh Blower (kipas) akan dihembuskan angin yang mengarah ke tepat ke evavorator yang menjadikan hembusan angin tersebut menjadi dingin yang dirasakan oleh para penumpang. 

Setelah keluar dari evavorator, cairan dingin dan bertkenan rendah akan masuk kembali ke kompressor untuk diproses terus menerus sampai AC di matikan ( OFF). 


0 comments:

Post a Comment