google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html
Home » » Perbedaan Antara Over Size Dengan Under Size

Perbedaan Antara Over Size Dengan Under Size

Dalam ilmu otomotif ada banyak sekali istilah - istilah yang dipakai oleh para mekanik, baik dalam hal pembongkaran mesin, perawatan dan pengukuran komponen - komponen mesin. Oleh karena itu, jika anda berniat untuk menjadi mekanik yang handal maka tidak ada salahnya jika anda mengenal sedikit istilah - istilah yang sering dipakai atau hanya sekedar untuk menambah pengalaman. Diantara istilah - istilah yang sering diucapkan oleh para teknisi tentang kerusakan komponen mesin adalah OVER SIZE dengan UNDER SIZE.

Bagi anda para pemilik kendaraan, jika sudah mendengar kerusakan mesin yang harus di OVER SIZE maka siap-siaplah menyediakan banyak dana untuk memperbaikinya. So, rawatlah dan lakukanlah perawatan ringan kendaraan kesayangan anda agar tetap awet dan tidak rusak parah.

Apa perbedaan OVER SIZE dengan UNDER SIZE  ?

1. OVER SIZE



Keausan pada silinder 


Kalau diartikan secara harfiah menurut bahasa Inggris adalah OVER ( Kelebihan ) dan SIZE ( Ukuran ). Jadi jika kita gabungkan maka artinya adalah kelebihan ukuran. Nah OVER SIZE ini biasanya digunakan untuk bagian - bagian mesin berlubang yang sudah mengalami keausan ( perubahan ukuran ). Contohnya adalah lubang silinder/ lubang piston.Lubang silinder rentan dengan kerusakan yang diakibatkan oleh gesekan piston yang bertubi - tubi sehingga  mengakibatkan keausan. Maka cara perbaikannya adalah
a. Dengan memperbesar lubang silinder sesuai dengan ukuran OVERSIZE pada mesin.
   Contoh : Ukuran standart lubang slinder 50 mm
            Ukuran standart  piston 50,10 mm
            Hasil pengukuran Lubang silinder 50,20 mm
           
Maka dari hasil pengukuran diatas dapat disimpulkan terjadi celah sebesar 0,20 mm ( 50,20 mm - 50 mm = 0,20 mm ). Yang mana menurut standart pabrik bahwa hasil tersebut sudah dikatan rusak dan harus di OVERSIZE yang pertama. Maka lubang silinder harus diperbesar dengan ukuran 50,25 mm. Sedangkan piston nya harus diganti dengan ukuran yang Over Size Pertama ( mendekati ukuran 50,25 mm ). Ukuran piston ini banyak dijual di toko sparepart dan para penjual biasanya sudah paham dengan hal ini.

Pertanyaan : Mengapa lubang silinder tidak diperkecil saja ?
jawaban : memperkecil lubang silinder adalah hal yang sangat susah, mengingat fungsi utamanya  yang sangat vital. Adapun cara lain adalah dengan mengganti lubang silinder tersebut dengan yang baru. Namun, jenis silinder ini hanya digunakan untuk jenis-jenis tertentu saja.

2. UNDER SIZE
Under Size Pada Poros


Jika kita artikan maka UNDER (Dibawah) dan  SIZE (Ukuran). Jadi UNDER SIZE adalah komponen mesin yang berbentuk poros  yang mengalami keausan. Jika OVERSIZE ukurannya menjadi lebih besar, sedangkan UNDERSIZE ukurannya menjadi lebih kecil. Contohnya adalah poros - poros pada poros engkol. Perbaikan yang bisa dilakukan adalah dengan menambal bagian yang kecil dan merapikannya dengan cara dibubut sesuai dengan ukuran standart komponen.

Nah itulah perbedaan antara OVER SIZE dengan UNDER SIZE. Semoga dapat menambah wawasan tentang istilah - istilah perbaikan mesin. Jaga dan rawat mesin anda agar tetap menyemburkan tenaga.

0 comments:

Post a Comment