google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html
Home » » Apa Itu Standing Wave Dan Hydroplaning ( Aquaplaning ) Pada Ban ?

Apa Itu Standing Wave Dan Hydroplaning ( Aquaplaning ) Pada Ban ?

Ban mempunyai fungsi sebagai salah satu komponen pada kendaraan yang menjamin kenyamanan bagi para penumpang didalam mobil. Menservice dan merawat ban dengan benar merupakan kunci utama untuk mendapatkan kenyamanan yang maksimal. Selain itu, para pengemudi juga harus teliti mengenali ban kendaraannya apakah masih layak atau jangan - jangan sudah rusak ( tidak layak pakai). Dimanan ban seperti ini akan menimbulkan ancaman kecelakan saat kenderaan dipaksakan menggunakan ban tersebut pada kecepatan tinggi. Diantarany resiko yang berakibat fatal yang diakibatkan oleh ban yang tidak dirawat dengan baik yaitu : 

1. Standing Wave


standing wave pada ban
Standing wave


Ketika kendaraan bergerak, ban terus menerus melentur karena adanya bagian baru yang menyentuh permukaan jalan. Selanjutnya, ketika bagian ini meninggalkan permukaan jalan, tekanan udara di dalam ban dan elastisitas dari ban mencoba untuk mengembalikan tapak dan carcass ke posisi awalnya.  Pada pengendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, ban berotasi sangat cepat untuk memungkinkan cukupnya waktu untuk hal ini.

Proses ini, secara terus menerus berulang pada interval rendah, meningkatkan goyangan dalam tapak. Goyangan ini, yang disebut  standing waves, yang terus menerus menyebar di sekeliling ban.  Mayoritas energi tersimpan dalam standing waves berubah menjadi panas, lantaran terjadi kenaikan temperatur yang tajam.  Dalam situasi tertentu, panas yang terbentuk ini dapat merusak ban dalam hitungan menit dengan cara menceraikan  tapak dan carcass (blowout). Akibatnya ban akan pecah seketika dalam kecepatan tinggi. 

2. Hydroplaning ( Aquaplaning ) / ban melayang diatas air

Hydroplaning pada ban
Hydroplaning

Kendaraan tergelincir pada jalan yang tergenang air jika kecepatan kendaraan terlalu tinggi untuk memungkinkan tapak dapat memindahkan air dari permukaan jalan sehingga ban dapat mencengkeram dengan erat.  Alasannya adalah, ketika kecepatan kendaraan meningkat, resistensi terhadap air juga meningkat, memaksa ban untuk "mengambang" di atas permukaan air.

PERHATIAN:
a. Jangan memakai ban yang telah aus tapaknya. Ketika ban aus, tapak mencapai titik dimana alur tapak tidak dapat dengan cepat mengeringkan air di antara ban dan jalan untuk mencegah hydroplaning.

b. Menaikkan tekanan pemompaan. Tekanan pemompaan ban yang lebih tinggi akan melawan tekanan air yang berusaha menekan dirinya sendiri dari bawah tapak,  dan dengan begitu memperlambat serangan hydroplaning.


sumber bacaan : Toyota Team 21

0 comments:

Post a Comment